Chat with us, powered by LiveChat

4 Kesalahan Fatal Atur Keuangan Generasi Milenial

 Generasi milenial begitu produktif dan paling banyak menghasilkan uang. Namun sayang, keuangan generasi ini cenderung begitu kacau dan boros.

Dilansir dari laman Thrive Global, baru-baru ini survei Insider dan Morning Consult menyatakan hampir sepertiga dari generasi milenial sangat buruk keuangannya dibandingkan 10 tahun lalu.

Ini tentunya menjadi bukti bahwa generasi milenial sangat sulit untuk mengumpulkan kekayaannya dan bahkan banyak dari mereka yang telah memiliki beban utang, terutama dalam bidang pendidikan.

Ternyata ada beberapa kesalahan dalam mengelola uang yang cukup sering dilakukan generasi milenial. Mau tahu apa saja? Berikut dilansir dari laman Thrive Global.

1. Selalu Menunda untuk Menabung

Generasi milenial cenderung memiliki pola pikir “masih muda tidak harus segera menabung”. Menabung juga terasa begitu menyakitkan bagi mereka. Mereka cenderung akan menabung ketika umur mereka sudah tidak lagi muda.

Begitu sulit untuk merombak pemikiran ini karena kebanyakan dari generasi milenial belum merasakan dampak dari tidak menabung sejak sedini mungkin.

2. Utamakan Gaya Hidup Ketimbang Menabung

Generasi milenial cenderung lebih memperhatikan gaya hidupnya ketimbang harus menabung. Bahkan, tidak jarang dari mereka menghabiskan uang bulanan atau gaji yang didapatkan hanya untuk memenuhi gaya hidup yang terlihat baik bagi orang lain.

Ini merupakan kesalahan besar. Jika mereka tidak belajar untuk menabung saat ini setidaknya 20 persen dari penghasilannya, maka generasi milenial akan merasa kurang dan akhirnya kerja terlalu keras hanya untuk mendapatkan uang tambahan yang nantinya akan mereka gunakan untuk berlibur, bahkan pengeluaran yang tidak terduga.

3. Tidak Memperhatikan Kredit

Para ahli juga mengatakan, generasi milenial sama sekali tidak memperhatikan kredit yang mereka miliki. Meskipun kredit memiliki beberapa keuntungan seperti penawaran diskon yang menarik, kredit juga dapat menenggelamkan mereka saat akhir bulan tiba.

Sayangnya berdasarkan hasil survei tersebut, hanya ada 36 persen generasi milenial yang dapat menggunakan kreditnya dengan sangat baik dan selebihnya tidak.

4. Tak Punya Dana Darurat

Kebanyakan generasi milenial tidak mempersiapkan dana untuk kondisi darurat. Mereka cenderung akan meminta bantuan kepada orang tua bahkan teman. Kebanyakan dari mereka hanya membagi keuangannya untuk memenuhi kebutuhan dasar per bulannya.

Padahal, uang darurat ini sangat dapat membantu siapa saja terutama generasi milenial ketika mereka sakit atau bahkan mengalami kesulitan yang tak terduga tanpa harus merepotkan dan bahkan berutang ke orang lain.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *